Akademik

Mengenal Sosok Ridwan Ch. Madris, Aktivis NU dan Penggerak Seni

Intelektual Organik, Multitalenta, dan Penjaga Nyala Kebudayaan Nusantara

Sosok Multidimensi di Akar Rumput

Di tengah derasnya arus modernisasi yang menggerus nilai-nilai lokal, hadir seorang tokoh yang secara konsisten merajut harmoni antara agama, pendidikan, dan seni budaya. Beliau adalah Ridwan Ch. Madris, seorang akademisi tulen sekaligus budayawan dan seniman Multitalenta dari kalangan santri  Nahdlatul Ulama (NU) asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Jejak langkahnya menjadi bukti nyata bagaimana kedalaman intelektual dapat berpadu mesra dengan kepekaan rasa dan estetika tradisi. Beliau adalah representasi dari apa yang disebut Antonio Gramsci sebagai “intelektual organik”—seorang pemikir yang tidak hanya mendekam di dalam menara gading kampus, melainkan turun langsung bergerak, berkarya, dan mencerahkan masyarakat di akar rumput.

Jejak Akademik & Dedikasi Cendekiawan

Ridwan Ch. Madris, S.Pd.I., M.M., M.Pd. merupakan seorang akademisi multitalenta yang berhasil mengawinkan ilmu manajerial praktis dengan filsafat Pendidikan Agama Islam. Perjalanan intelektual dan dedikasinya di dunia pendidikan tinggi tergambar dalam rekam jejak berikut:

1.Pendidikan Strata Satu (S1)S1 Pendidikan

  • S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Seni (Lulus 2004): Menjadi fondasi awal keahlian formal beliau di bidang literatur, estetika, dan kebudayaan.
  • S1 Pendidikan Agama Islam (Lulus 2028): Memperkuat kompetensi dan pemahaman mendalam nilai-nilai keagamaan..
  • Gelar Magister Ganda (Dual Master)
  • Magister Manajemen (M.M. – Lulus 2012): Diraih dari STIE PBM Jakarta, mengukuhkan pemahaman beliau dalam tata kelola organisasi dan ilmu manajerial praktis.
  • Magister Pendidikan (M.Pd. – Lulus 2026): Diraih dari Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung.  Capaian Bersejarah di UNINUS:Beliau mencetak sejarah baru di pascasarjana PAI UNINUS dengan meraih predikat Cum Laude Tertinggi. Keberhasilan ini diraih lewat riset orisinal monumental berjudul “Konstruksi Pendidikan Akhlak Berbasis Akulturasi Budaya”. Penelitian ini menjadi terobosan baru karena berhasil memadukan unsur sastra, literatur, seni, dan tradisi lokal ke dalam kurikulum pendidikan moral Islam.

Kiprah Pengabdian dan Karier Dosen

Saat ini, beliau aktif mendedikasikan ilmunya sebagai dosen mata kuliah Sastra dan Filsafat Pendidikan di beberapa perguruan tinggi.Homebase Utama: STAI Baitul Arqom Al-Islami (STAIBA) Ciparay, Kabupaten Bandung.Amanah Struktural: Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAIBA Ciparay.

✍️ Sastrawan Multi-Genre & Maestro Seni

Di dunia kesenian Jawa Barat dan nasional, nama Ridwan Ch. Madris dikenal luas sebagai seniman komplet (multitalented) yang mengekspresikan spiritualitasnya ke dalam berbagai medium:

Penyair & Penulis: Karya puisinya yang kontemplatif tersebar dalam buku tunggal seperti antologi “Tirakat Purnama”,_Budaya Kelam”_ Hujan Deras Adalsh Cinta dll. serta puluhan buku antologi bersama penyair nasional hingga internasional. Esai, opini, dan kritik sastranya rutin menghiasi berbagai media cetak dan digital, termasuk jaringan LTN NU Jawa Barat. PR, Radar Bogor, Trimbun dll

Dan berkali kali dipercaya menjadi editor buku antologi puisi. Diantaranya editor yang awal mengarsipkan para penyair Nahdlatul Ulama Se Nusantara. Yang dikemas di Lesbumi PWNU Jabar, Antologi Penyair penyat Bandung “Semesta Para Pengembara”dll

Seni Musik: Beliau piawai menulis lirik lagu yang sarat metafora mendalam, sekaligus turun langsung menyanyikannya sebagai media kritik sosial yang bernada indah dan reflektif.Seni Rupa: Sisi visual beliau tumpahkan di atas kanvas. Beliau aktif menggoreskan warna, menerjemahkan filsafat hidup ke dalam karya seni lukis, serta terlibat dalam gerakan perupa di Jawa Barat.

🧭 Pelopor “Tausiah Puisi” & Diplomasi Budaya

Pada rentang tahun 2016 hingga 2018, keistiqomahan beliau dalam membumikan sastra melahirkan konsep “Tausiah Puisi”—sebuah metode dakwah kultural yang cair, menyentuh, dan inklusif melalui media puisi sufi religi.

Konsep inovatif ini mendapat apresiasi penuh dari Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar), membawa beliau terbang berkeliling Nusantara untuk melakukan diplomasi budaya di berbagai festival nasional. Beliau bersinergi erat dengan pejabat tinggi Kemenpar sekaligus maestro dalang kontemporer terkemuka, Dr. Wawan Gunawan (Ki Dalang Wawan Ajen). Selain berkolaborasi satu panggung, Ridwan Ch. Madris dipercaya menjadi Editor Utama buku antologi puisi spiritual karya Ki Dalang Wawan Ajen yang berjudul “Suluk Hijrah Mahjura”.

🏡 Penggerak Komunitas & Sanggar Menara Madris

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kulturalnya terhadap generasi penerus, Ridwan Ch. Madris bergerak masif melalui dua jalur utama:

Ketua Umum FOSSKAB: Memimpin Forum Silaturahmi Seniman Kabupaten Bandung, beliau menjadi garda terdepan dalam menyuarakan hak-hak seniman tradisi, membangun jejaring, dan mengupayakan ruang ekspresi bagi seniman lokal di fasilitas publik.Sanggar Menara Madris: Berlokasi di Pacet, Kabupaten Bandung, sanggar ini menjelma menjadi episentrum pergerakan budaya lokal. Di sini, beliau menjalankan program Residensi Mahasiswa (bermitra dengan Institut Pendidikan Indonesia/IPI Garut melalui program PKKM). Dan kampus kampus lainya, Menggunakan metode “Ngaji Puisi”, selama 3 bulan mahasiswa digodok secara intensif untuk melahirkan luaran karya nyata (output) berupa buku antologi bersama atau pementasan pertunjukan teater rakyat.

  1. Selain itu ia pernah mengemban amanah penjadi wakil ketuanya Lesbumi PWNU Jabar 2014-2022. Yang saat ini bergabung menjadi anggota Lesbumi PBNU

Juga diamanahi saat ini ketua umum Forum seniman budayawan (Sawargi Jabar)

Proyek Masa Depan yang Dinantikan

Di sela-sela kesibukannya yang padat, Ridwan Ch. Madris tengah menggarap proyek besar penulisan seri buku pemikiran yang sangat dinantikan oleh dunia literasi:Buku Hasil Tesis UNINUS: Mengonversi riset magisternya tentang akulturasi budaya dan pendidikan akhlak menjadi buku referensi ilmiah berskala nasional.Trilogi Filsafat: Menyusun tiga buku utama yang menjadi kristalisasi perjalanan hidupnya, yaitu “Filsafat Cinta”, “Filsafat Pendidikan”, dan “Filsafat Seni”.

Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda:

Perjalanan hidup Ridwan Ch. Madris adalah refleksi sejati bahwa menjadi manusia modern yang berpendidikan tinggi tidak berarti harus mencabut akar tradisi lokal. Melalui karya, pendidikan, dan ketekunan yang istiqomah, beliau membuktikan bahwa seni dan agama bukanlah dua kutub yang saling menjauh, melainkan dapat bersatu padu menjadi kompas moral dan estetika yang indah bagi bangsa.” #editorBambangMelga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button